Selasa, 29 September 2009

ISL: Lima Klub Terancam Coret, PSPS Tidak Termasuk

Kick-off Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 sudah semakin dekat, namun belum seluruh tim merampungkan administrasi tim.

Salah satunya berkaitan dengan pelatih kepala yang bakal memoles klub nantinya. Tercatat enam klub masih bermasalah.

Keenam klub itu adalah Persib Bandung, Persija Jakarta, Persiwa Wamena, Persiba Balikpapan, PSM Makassar, dan Persitara Jakarta Utara.

Tidak seperti yang dibimbangkan para Asykar Theking dan masyarakat Riau, PSPS tidak masuk dalam daftar tersebut.
Lima tim yang disebut pertama memang sudah mendaftarkan pelatih kepada PT Liga Indoensia (PT LI), hanya Persitara yang belum menyertakan nama pelatih dalam pendaftaran tim. Namun, lima klub tersebut belum dapat menyerahkan dokumen resmi yang menyatakan arsitek mereka memiliki lisensi A seperti yang disyaratkan.

PT LI memberikan batas waktu sampai akhir pekan ini kepada klub-klub tersebut untuk melengkapi kekurangan administrasi yang dimaksud. “Mulai musim ini, kami tak hanya mengesahkan pemain, tapi juga ofisial tim,” ujar Tigorshalom Boboy, sekretaris PT LI, di Jakarta kemarin (28/9). Nah, PT LI menjadwalkan pekan ini persoalan admisnistrasi ofisial, termasuk pelatih kelar. “Kami juga harus berkejaran dengan waktu, karena kickoff ISL sudah semakin dekat,” imbuh dia.

Untuk itu, pihaknya tak akan mentoleransi jika sampai akhir pekan ini klub belum juga menyerahkan persyaratan itu. “Kami akan serahkan persoalan itu kepada Komisi Disiplin PSSI. Di sana sudah ada aturan jelas bagi klub yang ikut atau tidak dalam kompetisi,” jelas Tigor.

Memang, para pelatih itu sudah mengikuti kursus kepelatihan lisensi A yang dilaksanakan PSSI 2008 lalu. Namun, sampai kemarin sertifikat sebagai tanda kelulusan banyak yang belum mengantongi. Tak pelak, klub-klub waswas dengan kondisi tersbeut. Asisten Manajer Persiwa Wamena Agus Santoso akan berusaha melengkapi dokumen pelatih hari ini. “Zainal sudah mengikuti kursus tahun lalu, tapi nyatanya PSSI belum bisa memberikan sertifikat. Jadi ini kesalahan siapa,” ujar Agus.

M. Zein yang kala itu menjabat sebagai badan kepelatihan PSSI menyatakan pihaknya belum mendapatkan sertifikat tersbeut sampai saat ini. “Keterlambatan ada di administrasi AFC-nya. Sampai kemarin saya konfirmasi kepada mereka eh, malah diminta menunggu sampai bulan depan,” ujar Zein.

Nah, agar klub ISL tetap bisa melengkapi persyaratan administrasi, PSSI akan memberikan surat keterangan jika pelatih yang dimaksud memang sudah lulus kursus dan berhak mendapatkan sertifikat. “Kalau ada keterangan dari PSSI saya rasa PT LI juga akan memaklumi,” ujar Zein.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

PSPS Agendakan Tiga Uji Coba

Pemain PSPS Pekanbaru ISL 2009 LatihanAbdul Rahman Gurning hanya punya waktu 14 hari lagi untuk mempersiapkan PSPS menjalani laga perdana Liga Super melawan Arema Malang, 14 Oktober mendatang. Tapi sampai saat ini, Gurning belum mengetahui kekuatan dan kelemahan timnya. Karena itu, dalam waktu dekat PSPS akan melakoni laga uji coba.


Laga uji coba tersebut kemungkinan digelar di Jakarta karena setelah itu PSPS bisa langsung ke Malang. ‘’Itupun tergantung manajemen. Kalau ada dana, bagusnya uji coba difokuskan di Jakarta. Selain mudah mencari lawan, kita juga bisa langsung ke Malang usai uji coba. Sebelum lawan Arema, minimal ada tiga kali uji coba,’’ ujar pelatih asal Sumatera Utara ini.

Tapi kalau memang dana tidak ada, Gurning menambahkan tak masalah uji coba digelar di Pekanbaru. Namun, syaratnya lawan yang akan dihadapi harus sepadan, bukan tim lokal Pekanbaru. ‘’Kalau bisa tim yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Liga Indonesia. Jadi, mereka ada target,’’ ujar Gurning.

Menghadapi Liga Indonesia mendatang, tercatat ada sekitar tujuh tim yang sedang mempersiapkan diri. Tim tersebut antara lain Persires Rengat (Divisi Utama), Persih Indragiri Hilir (Divisi Utama), PSBS Bangkinang (Divisi I), PSIB Bengkalis (Divisi I), PS Pelalawan (Divisi I), Persikalis (Divisi II) dan PS Siak (Divisi II). Jadi, PSPS punya banyak pilihan untuk mendapatkan lawan uji coba.

Memasuki latihan hari ke empat usai libur Idul Fitri, Gurning belum berani memaksakan pemain untuk latihan fisik. Gurning khawatir fisik pemain justru drop saat laga resmi nantinya. Untuk itu, program latihan lebih banyak menjalani small games. ‘’Di sini juga ada latihan fisik dan kerja sama tim,’’ ujarnya.

Untuk kerja sama tim, Gurning memang tak harus kerja keras. Pasalnya, skuad saat ini diperkuat sebagian besar pemain musim lalu, jadi para pemain sudah saling mengerti. Dari 11 pemain starter musim lalu, yang terjadi perubahan hanya pada posisi stoper dan bek kiri. Yang lain masih diisi muka lama.

Di depan masih mengandalkan Dzumafo Efandi Herman sebagai striker tunggal. Cyril Emile Tchana diplot menjadi second striker. Empat gelandang bakal diisi Putut Waringinjati, Rusdianto, Ade Candra Kirana dan April Hadi. Bek kiri ada Susanto, kanan ada Daniel Junaidi. Sementara dua di tengah ada Basoken Banaken dan Dedi Gusmawan.

‘’Untuk kerja sama dan kekompakan tim, delapan pemain sudah cukup. Kerangka tim yang ada saat ini, pemain baru hanya tiga, sisanya pemain lama,’’ ujar Gurning. ‘’Tapi, tentunya kita berharap semua pemain dalam tim ini kompak, terutama 11 pemain starter,’’ tambahnya.

Baca Terus...

Skuad PSPS hanya Bisa 24 Pemain

M Iqbal Didaftarkan

Lambatnya PSPS mempersiapkan diri menghadapi Liga Super 2009/2010 menimbulkan dampak negatif. PSPS dipastikan tak bisa memenuhi kuota maksimal 30 pemain yang bisa didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Meski pendaftaran belum ditutup secara resmi, namun untuk putaran pertama, Askar Bertuah hanya bisa diperkuat 24 pemain.


Berdasarkan surat keputusan (SK) PT Liga Indonesia (dulu BLI) Nomor 0723/A-02/BLI-31/VIII/2009 tertanggal 18 Agustus terkait pendaftaran pemain, disebutkan setiap tim peserta Liga Super dipersilakan mendaftarkan pemain maksimal 30 orang pada batas pendaftaran 26 Agustus hingga 25 September. Setelah 25 September, setiap tim hanya boleh menambah dua pemain lagi.

Sementara PSPS, hingga 25 September lalu hanya mendaftarkan sebanyak 22 pemain saja. Jadi, PSPS hanya punya jatah dua pemain lagi (bisa pemain asing Asia atau pemain lokal).

‘’Pemain yang sudah didaftarkan berjumlah 22 orang. Kita masih mencari tambahan pemain untuk posisi striker,’’ ujar Manajer PSPS, Dastryani Bibra kepada Riau Pos, kemarin.

Dari 22 pemain yang didaftarkan tersebut, masuk nama Muhammad Iqbal, pemain lokal Pekanbaru yang sempat membela Persih dan Persires dua musim terakhir. Iqbal merupakan satu dari dua striker lokal yang ikut seleksi. Satu pemain lagi, Yudi Rianto tak lolos.

‘’Sejak latihan usai Idul Fitri, Yudi tak muncul, hanya Iqbal yang datang,’’ ujar pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning.
Meski sudah dapat satu striker lokal, Gurning masih berharap striker Timnas U-23, Andika Yudistira bisa direkrut.

‘’Pada prinsipnya Andika sudah oke. Tapi, kabarnya PSSI tak mengizinkan karena khawatir Andika tak bisa membela PSPS hingga Desember mendatang,’’ ujar Gurning.

‘’Mudah-mudahan saja, tak ada kendala dan Andika direkrut dan membela PSPS sejak awal musim,’’ tambahnya.

SKUAD SEMENTARA
PSPS LIGA SUPER INDONESIA 2009

KIPER
1. Fance Haryanto
2. Dede Sulaiman
3. Tarjaki Lubis

BEK
1. Daniel Junaidi
2. Dedi Gusmawan
3. Agus Cima
4. Edi Sibung
5. Banaken Bassoken
6. Susanto
7. Rivelino

GELANDANG
1. April Hadi
2. Agusrianto
3. Ade Candra Kirana
4. Rusdianto
5. M Zyahrul Azhar
6. Cyril Emile Tchana
7. Putut Waringin Jati (eks Persis Solo)
8. Ahmad Junaidi (eks Persela)
9. Ade Suhendra
STRIKER
1. Isnaini
2. Dzumafo Epandi Herman
3. Muhammad Iqbal


Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

PSPS Resmi Berkostum Lotto

Mulai hari ini Selasa, 29 September 2009, pemain PSPS resmi memakai kostum berlogo Lotto selaku sponsor apparel PSPS selama tampil di Liga Super musim ini. Bahkan, Senin (28/9) para pemain sudah dibagi-bagikan kostum untuk latihan. Perusahaan apparel olahraga asal Italia tersebut menyediakan peralatan latihan dan bertanding PSPS (kecuali sepatu) yang besar nominalnya mencapai sekitar Rp1 miliar lebih.


‘’Kita sangat bersyukur dan berterimakasih kepada mereka (PT Mitra Adi Perkasa) yang telah membantu kita dalam menyediakan perlengkapan tim PSPS. Bahkan sekarang baju latihan telah memakai baju dari produk Lotto. Kalau untuk sepatu bola hanya dua pemain yang dianggap pantas diberikan Lotto,’’ ujar Direktur Umum PT PSPS, Dityo Pramono.

Dityo Pramono menjelaskan kostum musim ini ada tiga warna. Untuk laga kandang PSPS akan memakai yang berwarna biru. Sedangkan untuk laga tandang, PSPS akan memakai kostum berwarna merah.

PSPS akan memakai kostum berwarna putih sebagai alternatif jika warna tim lawan (tuan rumah) juga memakai warna merah.

‘’Replika kostum PSPS ini akan segera dijual bebas,’’ ujarnya.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

1 Oktober, PSPS Di-Launcing

PSPS resmi mendaftarkan 22 pemain ke PT Liga Indonesia. Dari 22 pemain tersebut, pelatih Abdul Rahman Gurning sudah memiliki kerangka tim, walaupun ia mengaku masih perlu tambahan satu striker lagi. Namun, PT PSPS sudah merencanakan skuad PSPS Liga Super ini akan di-launching atau diperkenalkan secara resmi 1 Oktober mendatang.

Pengurus PT PSPS sudah melakukan rapat persiapan launching tersebut. ‘’Kami masih membahas waktu yang baik untuk launching digelar karena di Pekanbaru ada Munas Golkar.


Namun kami berharap launching digelar 1 Oktober mendatang. Jika tak memungkinkan, bisa mundur menjadi 8 hingga 10 Oktober. Dalam waktu dekat kami akan menghadap Wali Kota (Ketua Umum PSPS, red),’’ ujar Komisaris PT PSPS, Heru Subagio. Ya, 4-7 Oktober mendatang akan ada Munas Golkar di Pekanbaru.

Jadi, dikhawatirkan beberapa pengurus, Wali Kota Pekanbaru, Drs Herman Abdullah sedang fokus menghadapi Munas Partai berlambang pohon beringin tersebut. Makanya, tempat dimana launching dan acara digelar juga masih belum bisa ditetapkan PT PSPS.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

PSPS Tanpa Legiun Asing

Rencana PSPS untuk memenuhi kuota lima pemain asing yang ditetapkan PT Liga Indonesia untuk tim Indonesia Super League (ISL) atau Liga Super bakal batal.

PSPS sulit mendapatkan pemain asing Asia yang berkualitas sesuai budget yang ada.


Jadi, musim ini PSPS hanya memenuhi kuota tiga pemain asing non-Asia. Ketiga pemain tersebut semuanya berasal dari Kamerun. Mereka adalah Dzumafo Efandi Herman, Cryril Emile Tchana dan Banaken Basoken Arman Joel.

‘’Tak jadi. Kita batal pakai pemain asing Asia,’’ ujar Manajer PSPS, Dastrayani Bibra kepada Riau Pos, Ahad (27/9).

Ya, PSPS sempat didatangi dua pemain Asia asal Iran yakni Alireza dan Mehdi yang ikut seleksi. Keduanya diberikan kesempatan untuk menunjukkan kualitas mereka selama empat hari. Namun, pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning menilai kedua pemain tersebut tak sesuai kriteria yang diperlukan tim PSPS.

Alhasil, ketika PSPS kembali latihan usai libur Idul Fitri, Alireza dan Mehdi tak dipanggil lagi. PSPS hanya memanggil kembali Banaken. Bahkan, mantan pemain Persitara Jakarta Utara ini sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia sejak Jumat (25/9) lalu.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

Senin, 14 September 2009

LSI 2009, Lawan Pertama PSPS: Arema

Ada yang masih khawatir dengan nasib PSPS di Liga Super Indonesia?, Anda tak perlu ragu lagi.

PT Liga Indonesia akhirnya mengeluarkan jadwal pertandingan resmi Indonesia Super League (ISL) atau Liga Super 2009/2010. Beberapa tim akan memulai pertandingan, 11 Oktober. Sementara PSPS akan melakoni laga perdana pada 14 Oktober dengan bertandang ke kandang Arema Malang.

Berselang empat hari, PSPS akan menghadapi Persema Malang. Selanjutnya, 21 Oktober barulah PSPS main di kandang menjamu Persela Lamongan.

Pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning mengaku disatu sisi jadwal ini menguntungkan PSPS, tapi di sisi lain ada juga yang merugikan.

‘’Untungnya dengan kondisi saat ini tim kita memang belum siap main di kandang. Apalagi, main di kandang ada tekanan harus menang. Tapi, kalau main di tandang dulu, sulit untuk meraih poin penuh. Sedangkan, di awal-awal kompetisi kita perlu mencuri poin,’’ ujarnya.

Disinggung masalah kekuatan Arema, Gurning tak begitu khawatir meskipun tim Singo Edan tersebut dikabarkan jor-joran membeli pemain top, termasuk beberapa pemain asal Singapura.
‘’Saya rasa semua tim sama saja. Mereka juga belum begitu siap, termasuk Arema,’’ ujar pelatih asal Sumatera Utara ini.

Untuk itu, Gurning belum begitu memikirkan pertandingan lawan Arema. Saat ini dirinya baru fokus mencari pemain yang pantas untuk melengkapi 12 pemain lama yang dipertahankan.
‘’Saya belum fokus latihan kerjasama tim karena masih seleksi pemain. Setelah Idul Fitri, barulah fokus kerjasama tim karena pemain sudah pasti,’’ tegasnya.(hbk)


Baca Terus...

Pemain Iran Ikut Seleksi PSPS

Satupun tidak ada harapan.

Dua pemain asal Iran sudah bergabung di mess PSPS sejak Sabtu (12/9) lalu. Tapi, kedua pemain tersebut bukanlah bernama Java Nakbaath (bek sayap) dan Joni Alireza (striker) seperti yang sering diberitakan akhir-akhir ini.

Duo Iran yang datang tersebut adakah Alireza Heidari dan Mehdi Ghasemzade.

Kedua pemain ini diuji kemampuannya saat PSPS melakukan uji coba dengan PSPS U-21 di lapangan sanggar Karyawan CPI Rumbai, Ahad (13/9). Penampilan kedua pemain ini tampak belum menjanjikan. Hal ini diakui pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning ketika ditemui Riau Pos usai pertandingan kemarin.

“Keduanya (pemain Iran, red) memang tampak seperti pemain bola seperti passing-nya. Namun, mereka belum bisa dikatakan bagus. Kerjasama tim belum nampak, terkesan masih main individu,’’ ujar Gurning. ‘’Waktu 35 menit tak cukup untuk melihat bagaimana kemampuan mereka sebenarnya,’’ tambahnya.


Selain dua pemain asal Iran, sore kemarin PSPS juga menguji kemampuan pemain asing asal Kamerun, Banaken Bossoken Armand Joel. Mantan stoper Persitara ini juga baru bergabung Sabtu (12/9) lalu. Namun, permainan Banaken langsung klop dengan Dedi Gusmawan. ‘’Tapi, kita akan lihat perkembangannya 17 September mendatang,’’ ujarnya.

Di babak pertama uji coba lawan U-21 kemarin, Gurning memainkan Mehdi di bek kiri, Dedi Gusmawan dan Banaken di bek tengah dan Daniel Junaidi di bek kanan. Sementara, gelandang dipercayakan kepada Cyril Emile Tchana, Rusdianto, April Hadi dan Putut Waringin Jati. Sedangkan, Alireza diduetkan dengan Dzumafo Efandi Herman.

Hasilnya, Banaken dkk mampu menahan serangan anak-anak PSPS U-21 sehingga gawang PSPS yang dikawal Dede Sulaiman tak kebobolan. Tapi, duet Alireza dan Herman tumpul. Tak satu pun gol mampu dicetak ke gawang tim asuhan Miskardi tersebut. Alireza mendapatkan beberapa kali peluang emas, tapi gagal dimanfaakan menjadi gol.

PSPS baru bisa mencetak gol di babak kedua ketika Gurning menurunkan semua pemain lokal. Mereka menang tiga gol masing-masing lewat Muhammad Iqbal, M Zyahrul Azhar dan Ahmad Junaidi. Tapi, sebelumnya, PSPS sempat tertinggal lebih dulu lewat gol yang dicetak Saddam. Uji coba ini berakhir dengan skor 3-1.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

Kamis, 10 September 2009

Ade Suhendra Ikut Latihan PSPS

PENDUKUNG PSPS Pekanbaru tak perlu khawatir lagi dengan persiapan skuad tim berjuluk Askar Bertuah itu menghadapi Indonesia Super League (ISL) atau Liga Super 2009/2009. Memasuki latihan hari ketiga di Lapangan Dakwah Rumbai, Rabu (9/9), 12 pemain musim lalu yang akan dipertahankan sudah lengkap. Pemain terakhir yang bergabung adalah legiun asing asal Kamerun, Cyril Emile Tchana.

Playmaker yang memperkuat PSPS sejak putaran kedua Divisi Utama musim lalu ini, masuk mess PSPS, Selasa (8/9) malam. Namun, pemain kidal ini sudah ikut latihan petang kemarin. Selain Cyril juga ada mantan kiper Sriwijaya FC, Dede Sulaiman yang ikut seleksi pada latihan petang kemarin. Dede juga tiba Selasa (8/9) malam.

‘’Sudah, semua pemain lama yang akan dipertahankan sudah bergabung,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning kepada Riau Pos, kemarin.
Memasuki latihan ketiga kemarin, juga terlihat mantan pemain PSPS dua musim lalu yakni Ade Suhendra. Memang mengejutkan, pasalnya mantan pemain Porwil Riau ini, beberapa waktu lalu sempat dikabarkan telah mengikat kontrak dengan Persija Jakarta. Ternyata, Ade sudah ikut latihan di PSPS sejak Selasa (8/9).

Kepada Riau Pos, Ade saat ditemui mengaku hanya ikut latihan. Tapi, pada akhirnya pemain kelahiran Lampung ini mengaku dirinya memang ikut seleksi di PSPS. Mengapa? Ternyata pertimbangannya adalah tak mau jauh dari orang tua. ‘’Kedua orang tua saya sedang sakit-sakitan. Hal ini yang membuat saya kembali ke PSPS,’’ ujarnya.


Negosiasi Ade dengan Persija Jakarta sempat terjadi. Bahkan, keduanya sudah sepakat dengan harga kontrak selama satu musim mendatang. Tapi, ia tak mau menyebutkan besar kontrak tersebut. Selain Persija, beberapa tim lain juga mengincar dirinya. Bahkan, Arema dan Persijap Jepara dikabarkan sempat menawar Rp350 juta.

Selain Ade dan Dede Sulaiman, juga ada beberapa pemain lain yang ikut seleksi. Mereka adalah Putut Waringin Jati (eks PSMS Medan), Edi Sibung (eks PSMS Medan), Ahmad Junaidi (eks Persela Lamongan) dan Muhammad Iqbal (eks Persires Rengat). Menurut jadwal, satu lagi pemain yang akan gabung dan ikut seleksi adalah Agus Salim (eks Semen Padang).

‘’Katanya, besok (hari ini, red) Agus Salim mau datang,’’ ujar Gurning.

Gurning menambahkan tak hanya pemain lokal nasional, dua pemain asing asal Iran, Java Nakbaath (bek sayap) dan Joni Alireza (striker) juga akan datang ikut seleksi, Jumat (11/9) besok.

Mess Pindah ke Gobah
Di sisi lain PSPS tidak lagi menjadikan wisma Beni Rumbai sebagai mess buat pemain dan pelatih. Terhitung sejak Senin (7/9) lalu, mess PSPS pindah ke Gobah, tepatnya di Wisma Zenia Jalan Ronggowarsito Ujung. Mess ini sempat ditempati PSPS sebelum terdegradasi ke Divisi I beberapa tahun lalu.

Sebagian besar pemain telah masuk mess dan di mess inilah manajemen PSPS melakukan negosiasi harga kontrak. ‘’Mess ini akan kami pakai hingga berakhirnya kompetisi musim ini,’’ ujar asisten manajer PSPS, Dityo Pramono saat ditemui Riau Pos, Rabu (9/9).

Alasan utama dipindahkannya mess dari Rumbai ke Gobah ini adalah masalah finansial. Menurut Dityo biaya yang dikeluarkan untuk menyewa mess Zenia jauh lebih irit jika dibandingkan dengan sewa Wisma Beni di Rumbai. ‘’Perbandingannya bisa dua kali lipat,’’ jelas Dityo.

Tapi masalah lain muncul. Perjalanan pemain pulang-pergi latihan cukup melelahkan dan memakan waktu. Pasalnya, latihan rutin PSPS dipusatkan di Lapangan Dakwah Rumbai. Apalagi di saat bulan Ramadan ini, pemain harus bisa mengatur waktu untuk pergi latihan dan pulang berbuka puasa. Mereka terpaksa salat Ashar di stadion.

Apa komentar pemain? ‘’Dari letaknya memang enak di sini (Wisma Zenia, red) karena dekat dengan kota. Tapi, kalau kenyamanan, lebih nyaman di Rumbai karena setiap kamar ada jendela hingga udara bisa bertukar,’’ ujar gelandang, Ade Candra Kirana. ‘’Ya, di sini sejuk juga suasananya,’’ tambah M Zyahrul Azhar.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

Selasa, 08 September 2009

Hanya 10 Pemain Yang Latihan

Foto Pemain Striker Penyerang PSPS ISL 2009 IsnainiKekhawatiran masyarakat Riau terhadap kelangsungan kiprah PSPS di Indonesia Super League (ISL) perlahan berkurang.

Setelah merenovasi Stadion Rumbai akan dijadikan markas, tim PSPS sendiri mulai memperlihatkan tanda-tanda ‘’kehidupan’’.


Senin (7/9) Agusrianto dan kawan-kawan mengikuti latihan perdana di Lapangan Dakwah Rumbai.

Ya, setelah tertunda beberapa kali, pemain PSPS mulai latihan. Walaupun hanya ada 10 pemain yang ambil bagian, latihan ini sudah cukup untuk menjawab keraguan pendukung terhadap keseriusan manajemen PSPS untuk berkompetisi di kasta sepakbola tertinggi tanah air ini.

Dari sepuluh yang latihan kemarin, hanya tampak delapan pemain lama. Mereka adalah Fance Haryanto, Tarjaki Lubis, April Hadi, Daniel Junaidi, Agusrianto, M Zyahrul Azhar, Isnaini dan Dzumafo Epandi Herman. Sedangkan dua lagi merupakan pemain yang ikut seleksi yakni M Iqbal dan Putut Waringin Jati.

Sebenarnya, ada empat pemain lain yang baru tiba, Senin (7/9), termasuk pelatih Abdul Rahman Gurning. Tiga di antaranya merupakan pemain musim lalu yakni Agus Cima, Dedi Gusmawan dan Ade Chandra Kirana. Sedangkan satu lagi adalah pemain yang akan ikut seleksi yakni Edi Sibung (eks PSMS).

Gurning tak sempat memimpin latihan perdana PSPS karena dirinya baru tiba sore hari. ‘’Saya tak dapat tiket pagi, makanya saya baru tiba sore. Mungkin besok saya sudah bisa memimpin latihan anak-anak,’’ ujar pelatih asal Medan ini kepada Riau Pos, kemarin.

Sementara itu, manajer PSPS Dastryani Bibra mengatakan beberapa pemain lain baru akan bergabung latihan hari ini, salah satunya adalah Cyril Emile Tchana. ‘’Menurut jadwal, Cyril baru tiba besok (hari ini, red),’’ jelas Kadispora Pekanbaru ini saat ditemui.

Rencananya, latihan ini akan terus berlanjut hingga empat hari sebelum Idul Fitri. Menurut informasi, para pemain musim lalu yang akan dipertahankan mulai melakukan pembicaraan kontrak dengan manajeman PSPS. Latihan PSPS tak hanya difokuskan di Lapangan Dakwah, tapi ada dua lapangan alternatif lain.

‘’Rencananya, kami akan latihan di Lapangan Dakwah Rumbai, Stadion Mini Unri dan Lapangan Sanggar Karyawan CPI. Khusus untuk lapangan Sanggar akan dipakai untuk latihan di malam hari. Kalau latihan sore tetap di Dakwah dan Unri,’’ jelas Dastrayani.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

Kamis, 03 September 2009

Latihan PSPS Molor Lagi

Lagi-lagi jadwal latihan perdana PSPS dalam rangka persiapan menghadapi Indonesia Super League (ISL) atau Liga Super molor. Beberapa waktu lalu, manajemen PSPS sempat mengatakan latihan akan dimulai akhir Agustus. Tapi, kenyataannya berubah menjadi awal September.

Bahkan, pelatih Abdul Rahman Gurning sempat mengatakan akan datang dan mulai melatih PSPS, Rabu (2/9) kemarin. Tapi, kenyataannya pelatih asal Medan ini belum juga tiba di Pekanbaru. Tak jelas apa alasannya. Yang jelas, manajemen PSPS kembali menetapkan jadwal latihan perdana yang baru.

Manajer PSPS, Dastrayani Bibra tak berani menetapkan tanggal pasti. Mantan pemain PSPS ini mengatakan latihan akan dimulai antara 5 hingga 10 September 2009. Hal ini dikarenakan hingga kemarin, seluruh pemain yang dipertahankan belum diikat kontrak sebab dana PSPS belum cair.


“Awal September ini memang kita sudah harus latihan. Namun ini semuakan tergantung kepada kontrak mereka. Apakah mereka mau latihan tanpa ada ikatan kontrak? Yang jelas kita akan tetap lakukan latihan awal September ini, mengenai kontrak juga kita langsung jelaskan saat latihan nantinya,” ujarnya.

Saat ini PSPS memang sangat krisis keuangan. Manajemen sangat berharap sekali dana Rp17 miliar yang dialokasikan sesegera mungkin cair. Bahkan, komitmen beberapa perusahaan besar di Riau, khususnya Pekanbaru untuk segera merealisasikan bantuannya sehingga PSPS dapat melakukan persiapan lebih cepat dan baik.

Dastrayani mengatakan untuk merenovasi Stadion Rumbai agar sesuai standar Liga Super seperti yang diminta tim verifikasi PT Liga Indonesia, PSPS sudah menggelontorkan dan hampir Rp1 miliar. ‘’Jadi, pengorbanan ini diharapkan memang betul-betul dipandang oleh PT Liga Indonesia bahwa PSPS serius mempersiapkan diri mengikuti Liga Super 2009/2010,” tegasnya.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

Miskardi Latih PSPS U-21

Miskardi Mantan Pemain dan Pelatih PSPS U 21Teka-teki pelatih PSPS U-21 terjawab. Sesuai prediksi, tim pelapis PSPS di Indonesia Super League (ISL) atau Liga Super nanti dipastikan dilatih Miskardi. Bahkan, dalam waktu dekat akan digelar seleksi pemain secara terbuka.

“Kita telah menunjuk Miskardi agar dia mau melatih PSPS U-21. Dia telah memenuhi kriteria yang baik, namun SK-nya saja yang belum ada. Nanti segera kami buat SK-nya,” ujar manajer PSPS, Dastrayani Bibra kepada Riau Pos, Rabu (2/9) di ruang kerjanya.

Sayang, Miskardi lagi-lagi terkesan mengelak ketika dimintai keterangan masalah statusnya di PSPS U-21. Mantan pelatih PSPS dan Riau Pos FC ini memberikan jawaban diplomatis. ‘’Kita lihat saja nanti,’’ ujar mantan striker “kencang” yang pernah dimiliki PSPS ini kepada Riau Pos, kemarin.


Dastrayani menjelaskan hingga saat ini, PT Liga Indonesia belum juga menentukan kapan jadwal pertandingan digelar dan di wilayah mana PSPS U-21 bergabung. ‘’Keputusan tentang U-21 ini akan segera terealisasi usai Idul Fitri,’’ ujar Kadispora Pekanbaru ini.

Mengenai pemain yang akan mengisi skuad PSPS U-21, Pengcab PSSI Pekanbaru telah menungaskan Miskardi memantau pemain saat pertandingan sepakbola digelar pada Porda VI di Bangkalis, 25 Juli-3 Agustus lalu. Selain itu, PSSI Pekanbaru juga sudah memantau beberapa pemain yang menonjol saat Kompetisi Divisi Utama dan Divisi I digelar beberapa bulan lalu.

Sumber: Harian Riau Pos

Baca Terus...

Rabu, 02 September 2009

PSPS Tak Ikut Liga Super 2009??

Ini tidak main-main. Statement ini berasal dari koran harian terbesar di Sumatra, Riau Pos, yang terbit hari ini Selasa, 2 September 2009. Sudah jelas dan tidak perlu lagi diprediksi dari judul berita headline itu. PSPS Terancam, Mitra Kukar Siap Menggantikan.

Ya, PSPS terindikasi tidak ikut Liga Super Indonesia (Indonesian Super League) 2009. Alasannyapun sudah jelas, saranan prasarana menjadi batu sandungan terbesar. Berikut kutipan berita dari Harian Riau Pos.

PSPS memiliki catatan paling banyak terkait kondisi Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, yang tak layak untuk menjadi tuan rumah ISL. “Kami masih memberikan toleransi sampai 25 September nanti untuk paling tidak memenuhi standar minimal ISL. Jika tidak kami akan mencari klub pengganti,” ujar Andi Darussalam Tabussala, chairman PT LI, di Jakarta, Selasa (1/9).

Mitra Kukar menjadi kandidat terkuat sebagai tim yang berada di urutan kelima Divisi Utama. Standar minimal infrastruktur yang dimaksud PT LI adalah lapangan memiliki distribusi rumput dan kerataan lapangan, drainase berfungsi, dan bench di area teknik sesuai regulasi.

Pada ruang-ruang di stadion didukung jalur yang memadai. Lampu stadion juga menjadi perhatian, minimal berkapasitas 1.000 luks dan dilengkapi dengan genset. Masalah tribun juga wajib dipenuhi sesuai standar, terbagi menjadi tribun VIP, media, pagar, dan tribun tersektor tiap sisi.
Tapi para pecinta PSPS sekalian jangan khawatir dengan hal ini, coba simak pula berita sambunagnnya.
Sementara itu, Manajer PSPS Dastrayani Bibra mengaku tak ada alasan Mitra Kukar siap menggantikan PSPS. Pasalnya, deadline yang diberikan tim verifikasi masih ada hingga 25 September mendatang. ‘’Tak ada cerita tak siap. Persyaratan sudah kami kirimkan ke PT Liga Indonesia seperti struktur tim dan lainnya. Hanya saja mungkin, infrastruktur yakni stadion sedang dikerjakan agar memenuhi standar Liga Super,’’ ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.

Ya, manajemen PSPS sedang berusaha memenuhi standar yang ditetapkan. Saat ini rumput Stadion Rumbai sedang dirawat dengan memberikan pupuk. Begitu juga dengan bagian-bagian lain, seperti ruangan ganti pemain, ruang wasit, ruang pers dan lainnya sedang dibuat dengan menjebol tembok yang sebelumnya sudah ada.
Nah, ikut atau tidaknya PSPS di Indonesian Super League belum final. Tim sekelas Persija Jakarta saja masih bermasalah.. Ayo sama-sama kita cari terus solusinya.

Baca Terus...

Selasa, 01 September 2009

PSPS Tersandung Infrastruktur

PT Liga Indonesia (LI) sudah melakukan verifikasi kesiapan klub-klub yang akan mengikuti Liga Super Indonesia (LSI) musim 2009-2010. Rencananya, LI akan mengumumkan hasilnya pada pekan depan."Akhir Agustus ini kita bisa umumkan beserta catatan apa yang harus klub-klub patuhi," ujar CEO PT Liga, Djoko Driyono di kantornya, Kuningan Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Djoko menambahkan bahwa deadline kelengkapan itu sebelum kick off LSI musim 2009-2010. Lebih dari itu, klub dinyatakan tidak valid.Hingga saat ini ada beberapa klub yang belum memenuhi persyaratan di bidang infrastruktur. Seperti Persitara Jakarta Utara, Persija Jakarta dan PSPS Pekanbaru.

"Kalau itu tidak terpenuhi, maka hak mereka di Liga Super bisa dicabut. Namun, mereka diberi kesempatan seminggu untuk banding," tambah Djoko.Bila dalam kemungkinan terburuk klub-klub ini terdegradasi, maka klub dari Divisi Utama yang menggantikannya. Djoko menambahkan kalau ini berhubungan dengan jadwal pertandingan yang akan dirilis pada minggu kedua September.


"Ini berhubungan dengan jadwal, siaran TV, serta izin dan segala macamnya," kata Djoko. Terkait masih adanya kekurangan yang dimiliki oleh PSPS Pekanbaru yakni masalah infrastruktur, Sekretaris Umum PSPS Heru S kepada Tribun, Senin (31/8) mengatakan, managemen PSPS kini sudah memfokuskan pengerjaan stadion Rumbai.

Pengerjaannya dilakukan sejak dua pekan lalu, dengan merenovasi semua ruangan yang belum layak dan tidak memenuhi standar PT LI.Managemen PSPS diberi batas waktu perenovasiannya hingga 25 September 2009 mendatang. Karena kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau liga super sendiri, dihelat 11 Oktober 2009.

Dengan waktu kerja yang kurang dari satu bulan untuk pengerjaan itu, Heru yakin semua item yang wajib diperbaiki akan selesai. Karena dia juga sudah tekankan kepada kontraktornya, yang ditunjuk dari Dinas Kimpraswil (PU) Kota Pekanbaru. "Saya tak tahu nama kontraktornya. Yang jelas saya minta kepada dia, harus selesai sebelum tanggal 25 September nanti.

Dan dia menyanggupinya," kata Heru lagi.Diberitakan lalu, managemen PSPS mengirimkan berkas persyaratan tim liga super ke PT Liga Indonesia di Jakarta. Persyaratan yang dikirim tersebut, sporting, administrasi, legal (perusahaan dan badan hukum) dan finansial. ke empat persyaratan tersebut sudah dipenuhi managemen sebelum 25 Agustus lalu, termasuk badan hukum yang kini sudah bernama PT PSPS Pekanbaru. (saf)

Satu Pemain Asia

Setelah memastikan 12 pemain yang berlaga di Divisi Utama 2008 lalu memperpanjang kontraknya untuk musim depan di liga super, managamen PSPS ternyata masih melakukan perburuan pemain.
Karena 7 pemain lokal nasional yang sudah lama didegungkan untuk bergabung ke PSPS, sampai sekarang masih belum jelas.

Bahakn beberapa diantaranya positif bergabung dengan klub lain, seperti Ambrizal, pria kelahiran Taluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, yang akhirnya memperpanjang kontraknya di Sriwijaya FC.

Manager PSPS Pekanbaru, Dastrayani Bibra mengaku, hingga sekarang belum ada pernyataan resmi dari para pemain lokal nasional yang sudah berniat bergabung ke PSPS. "Yang jelas, beberapa hari lagi kita beberkan pemain PSPS untuk liga super," kata Dastrayani sembari menyatakan PSPS akan membawa satu pemain asing lagi, dari Asia.

Sumber: Tribun Pekanbaru

Baca Terus...
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template