Rabu, 29 April 2009

Benarkah Wasit Tidak Fair

Sayang sekali tim Askar Bertuah yang sudah unggul 1-0 harus menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persikab Bandung di Stadion Jalak Harupat. berdasarkan berita yang beredar di media Jawa Barat. Official tim kita, PSPS tidak puas atas kepemimpinan wasit.

Lantas saja Manajer PSPS menuju wasit, apa komentar pembela PSPS ini?:

"Saya tahu, Persikab juga tim bagus dan kedua tim bermain imbang. Namun, kami kecewa karena kepemimpinan wasit. Kami banyak sekali dikenai pelanggaran, sementara dua gol mereka didapatkan dari bola mati. Hal yang paling mengecewakan kami adalah dianulirnya gol kedua kami,"
Begitulah Destrayani Bibra berucap. Betul atau tidak soal berat sebelahnya kepemimpian wasit petang lalu itu, kita tidak tahu.

Alhasil dari hasil laga tandang tersebut posisi PSPS pun harus melorot ke posisi ke-2 klasemen sementara Liga Divisi Utama Indonesia 2008, setelah pada waktu bersamaan Persisam menang menghadapai lawannya.

Baca Terus...

Selasa, 21 April 2009

PSPS Menang Tipis 1-0 Atas Persiraja

Pemain Persiraja Serang Wasit

PSPS Pekanbaru berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu Persiraja Banda Aceh. Sayangnya kemenangan tipis 1-0 tersebut diwarnai aksi 'serangan' tim tamu terhadap wasit.

Tim sepakbola kebanggaan masyarakat Riau, PSPS Pekanbaru menang tipis 1-0 saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Senin petang (20/4). Namun sayangnya, pertandingan tersebut diwarnai kekisruhan yang berawal dari kepemimpinan wasit Sulistioko yang dinilai merugikan kubu Persiraja. Klimaknya, usai pertandingan beberapa pemain Persiraja 'menyerang' wasit.

Pemain ini akhirnya mengalami luka di bagian kening. Suasana kian 'panas' karena dari arah tribune, sejumlah pendukung PSPS Pekanbaru melemparkan botol minuman air meneral ke arah pemain Persiraja, Emeka Obidah. Pemain asing ini beberapa kali main kasar terhadap pemain PSPS.


Untung saja, aparat keamanan cepat bertindak. Wasit yang tengah dikejar-kejar pemain Persiraja dikawal meninggalkan lapangan. Sementara para pemain Persiraja 'ditamengi' oleh petugas keamanan yang menggiringnya agak ke tengah lapangan.

Terlepas dari itu, satu-satunya gol PSPS Pekanbaru diciptakan ujung tombak Dzumafo E Herman di menit ke-42. Gol Dzumafo ini hasil kerja sama dengan Agus Cima yang memberikan umpan lambung. Kesempatan itu tidak sia-siakan Dzumafo, dan langsung menyambutnya dengan sundulan kepala ke arah gawang Persiraja yang dikawal Syahbani.

Sebelum menggetarkan gawang Syahbani, Dzumafo sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Tercatat tiga kali kans untuk melahirkan gol. Tetapi Dzumafo gagal dalam penyelesaian akhir. Tidak berkembangnya permainan Dzumafo di menit-menit awal pertandingan disebabkan ketatnya kawalan pemain belakang Persiraja. Duet Tong Mayega Eli-Yusdianto sengaja diinstruksikan pelatih untuk menutup ruang gerak Dzumafo.

Untungnya, Dzumafo mampu melepaskan diri dari kawalan Mayega-Yusdianto, sehingga ia berhasil mencetak gol pada menit ke-42. Keunggulan 1-0 untuk anak-anak asuhan Abdur Rahman Gurning ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Persiraja yang ketinggalan satu gol memaksa tim asuhan Iwan Setiawan itu untuk berinisiatif. Namun karena kepemimpinan wasit yang dinilai kurang tegas, membuat permainan mengarah ke permain kasar. Kedua pemain terjebak aksi saling tekel.

Namun, meski pemain serang Persiraja, Emeka Obidah jelas-jelas menekel keras pemain PSPS, wasit Sulistioko tidak mengeluarkan kartu merah. Sebelumnya di menit ke-41, Emeka diganjar kartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap pemain PSPS.

Permainan kasar yang dipertontonkan Emeka ini mendapat protes dari 2.000 pendukung fanatik PSPS Pekanbaru. Beberapa botol minuman air mineral mengarah kepada pemainan asal Kamerun tadi. Untung saja, tidak satu pun lembaran botol-botol itu yang mengenai Emeka.

Sumber: Riauterkini.com

Baca Terus...

Senin, 20 April 2009

PSPS Gilas PSAP Sigli 6-1

PSPS membuktikan diri sebagai tim dengan level lebih tinggi dari lawannya. Tampil di kandang sendiri, PSAP Sigli digilas sengan skor mencolok, 6-1.

Riauterkini-PEKANBARU- PSPS Pekanbaru terlalu tangguh bagi PSAP Sigli. Dalam lanjutan kompetisi Devisi Utama Liga Indonesia, 'Laskar Bertuah' berhasil menggilas PSAP Singli 6-1 (4-0). Dengan kemenangan itu, PSPS Pekanbaru meraih 47 point dari 23 pertandingan. Tampil di hadapan sekitar 5.000 pendukungnya, anak-anak asuhan Abdur Rahman Gurning ini langsung mengambil inisiatif serangan. PSPS Pekanbaru membuka kemenangan melalui sundulan kepala Cyril Emile Chana, saat permainan baru berjalan satu menit.

Sembilan menit kemudian, Dzumafo E Herman menggandakan kemenangan PSPS setelah umpan lambung Imam Faisal diteruskan sundulan ke gawang PSAP yang dikawal Amiruddin. Skor menjadi 2-0 untuk memenangan tuan rumah.


Ketinggalan 0-2, pelatih PSAP Sigli langsung menarik kiper Amiruddin dan digantikan oleh Bogey Santoso. Namun pergantian itu tidak mampu membendung serangan PSPS Pekanbaru. Buktinya, Bogey dipaksa memungut bola dari gawangnya pada menit ke-26 setelah Abdul Hadi melesatkan tendangan dari sudut kiri pertahanan PSAP Singli. Kedudukan berubah menjadi 3-0 untuk PSPS.

PSPS kembali memperbesar terohen gol setelah Ade Candra memanfaatkan umpan silang yang diberikan April Hadi, dan diteruskan dengan sundulan kepala. Kedudukan 4-0 untuk PSPS ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, PSPS Pekanbaru kembali memperbesar kemenangan setelah Djumafo kembali membobol gawang PSAP Sigli pada menit 55.

Merasa aman, Manager PSPS Dastrayani mengistirahatkan kiper Andi Setiawan. Andi diganti Tarjaki Lubis. Sayangnya kepercayaan yang diberikan tersebut tidak mampu dijaga oleh Tarjaki.

Di menit ke-60, PSAP Sigli berhasil memperkecil kekalahan melalui gol Sayuti yang lepas dari perangkap 'off-side'. Namun PSPS Pekanbaru kembali membalas kebobolan itu melalui gol indah yang dicetak M Isnaini di saat 'injure time'. PSPS Pekanbaru menutup pertandingan dengan kemenangan telak 6-1.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

Senin, 13 April 2009

PSPS Vs Persih Imbang

Riau Pos: "Sama-sama Kecewa"

Derby Riau antara Persih Tembilahan menjamu PSPS di Stadion Beringin, Tembilahan-Inhil, Ahad (12/4) berakhir imbang 2-2. Hasil ini membuat kedua tim sama-sama kecewa karena keduanya menargetkan poin penuh guna mengamankan posisi di klasemen sementara Wilayah Barat Divisi Utama Liga Indonesia musim ini.

Pelatih Persih, Mundari Karya menyatakan sedikit kecewa karena menurutnya gol kedua PSPS semestinya tidak terjadi jika pemain Persih tidak lengah. ‘’Banyak PR yang harus saya kerjakan untuk pertandingan ke depan. Pada laga ini saya masih belum melakukan perubahan apapun, karena masih ingin melihat kekuatan Persih yang sesungguhnya,’’ ujarnya.

Kekecewaan juga diungkapkan pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning. ‘’Awalnya target kami adalah meraih poin penuh. Tapi ternyata finishing pemain kita masih belum sempurna sehingga banyak peluang yang tidak mampu dimaksimalkan. Secara umum saya cukup salut dengan sambutan penonton Inhil, sangat baik,’’ ujar Gurning.


Sementara itu, kendati gagal meraih poin penuh, manajer Persih Rudiansyah merespon positif kinerja yang ditunjukkan Mundari di laga perdananya. ‘’Alhamdulillah, banyak peningkatan permainan jika dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Kami kurang konsentrasi saja hingga bobol di menit akhir,’’ ujarnya.

Ya, di tangan Mundari Karya, semangat juang skuad Harimau Rawa jauh mengalami peningkatan. Agung Suprayogi yang biasanya merupakan penyerang lubang, kali ini dijadikan target man. Salomon diposisikan sebagai stiker kedua. Berbeda dari yang dilakukan Danandjaya selama ini.

Hasilnya sangat terlihat dari meningkatnya kemampuan dan pergerakan Agung Suprayogi yang mampu menyulitkan pertahanan tim tamu. Pergerakannya ini membuka ruang bagi pemain lapis kedua melepaskan tembakan terarah. Sebaliknya PSPS tetap mengandalkan Dzumafo Epandi Herman di barisan depan.

Pertandingan kedua tim berjalan sangat menarik, karena masing-masingnya berupaya memperoleh poin maksimal. Tapi, PSPS unggul lebih dulu di menit ke-25 lewat kaki April Hadi yang berdiri bebas mendapatkan umpan matang dari Agus Cima sebelum menaklukkan kiper Ardi Sulistyanto.

Seakan terhenyak, pemain Persih justru makin meningkatkan tekanan. Sebuah pelanggaran terjadi di depan kotak terlarang PSPS yang dikawal Fance Haryanto. Tendangan bebas ini ini dimanfaatkan dengan baik oleh M Ansori. Tendangan kerasnya ke arah tiang jauh tidak mampu dijangkau penjaga gawang tim tamu 1-1. Sampai turun minum kedudukan ini tidak berubah.

Memasuki babak kedua, Gurning memasukan M Isnaini menggantikan April Hadi. Babak kedua ini kedua tim silih berganti melakukan tekanan. Beberapa kali peluang berbahaya didapatkan oleh Persih dan PSPS. Persih berhasil unggul di menit ke-79 lewat kaki Iswadi. Namun, di injury time PSPS mampu menyamakan kedudukan

Tepatnya di menit ke-92, berawal dari tendangan sudut, Isnaini mampu mencuri gol. Gol ini sempat diprotes penonton. Ketika tendangan itu dilepaskan, pemain Persih masih belum siap. Pun begitu dengan wasit Ahmad Supardin masih sibuk berbicara dengan penjaga garis.

Derby Riau edisi IV ini berjalan tertib. Manisnya prilaku pendukung Persih itupun dipuji pula oleh Ketua Umum Persih, Ir HM Nasir MP. ‘’Terima kasih kepada semua penonton yang sudah tertib. Kita jelas kecewa, namun bagaimanapun itulah hasil pertandingan. Sikapi dengan profesional dan sikap seperti ini harus tetap dijaga. Jangan sampai kita dihukum menggelar pertandingan tanpa penonton,’’ ucap Nasir.

Sumber: Riau Pos

Baca Terus...

Minggu, 12 April 2009

Riau Pos: PSPS Cari Aman Hadapi Persih

DERBY Riau antara Persih menjamu PSPS di Stadion Beringin, Tembilahan sore ini diprediksikan akan berjalan alot. Pasalnya, kedua tim punya kepentingan yang sama yakni mengamankan posisi. Persih ingin mengamankan posisi dari ancaman degradasi, sedangkan PSPS ingin mengamankan posisi puncak Wilayah Barat.

Saat ini, PSPS memimpin dengan nilai 43 poin dari 21 laga. Posisi puncak rawan dikudeta Persisam yang berada di posisi kedua klasemen dengan mengumpulkan 38 poin dan baru menjalani 20 pertandingan. ‘’Target kami menang, biar aman,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rachman Gurning kepada Riau Pos.



Sementara tuan rumah Persih, saat ini menempati posisi 11 klasemen sementara Wilayah Barat dengan mengumpulkan nilai 26 dari 21 kali bertanding. Persih masih bersaing dengan Persibat, PSSB Bireuen dan Persikota untuk menghindari zona degradasi (peringkat 14 dan 15). ‘’Dua kali menang saja kami aman dari ancaman degradasi. Jadi, lawan PSPS kami harus menang,’’ ujar Manajer Persih, Rudiansyah kepada Riau Pos, Sabtu (11/4).

Faktor lain yang membuat laga sore ini semakin alot adalah Mundari Karya. Tentunya, pelatih yang baru menggantikan posisi Danandjaya ini ingin membuktikan kapasitasnya kepada pendukung Persih di laga perdananya sore ini. Apalagi, Mundari sempat punya kenangan bersama PSPS.

Mantan asisten pelatih timnas ini, pernah tiga bulan melatih Dzumafo Efandi Herman dkk. Entah apa masalah sebenarnya (kabarnya alasan kesehatan), Mundari batal melatih PSPS dan posisinya digantikan Gurning. ‘’Tak ada kata lain saat lawan PSPS. Kemenangan adalah harga mati,’’ ujarnya.

Derby Riau ini telah terjadi tiga kali. Hasilnya, PSPS menang 3-1 di pentas Divisi I musim lalu du Stadion Rumbai dan menang 2-1 ketika bertemu pada putaran pertama Divisi Utama musim ini di Stadion Rumbai. Satu pertemuan lagi dimenangkan Persih dengan skor 3-1 pada pentas Divisi I yang digelar di Stadion Beringin, Tembilahan musim lalu.

Baca Terus...
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template