Kemengan 2-0 atas PSSB Bireuen, Sabtu (29/11) di Stadion Rumbai, Pekanbaru, dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia menjadikan posisi PSPS naik satu strip dengan raihan 24 poin. dan target untuk sapu bersih poin kandang hampir pasti terwujud.
Dzumafo Ebanda Herman adalah aktor penting dalam mengantarkan PSPS meraih tiga poin ini, berkat aksinya briliannya mampu melesak dua gol sekaligus. Gol pertamanya terjadi dimenit ke 55, melalui titik penalti yang dieksekusi langsung oleh pemain berkebangsaan Nigeria itu, dan gol kedua tercipta dimenit 90 berkat aksi solo run-nya yang melewati barisan pertahanan Slamet Riadi dkk.
Hasil bagus ini membuat PSPS, lulus dalam menghadapi ujian tahap pertama dari dua rintangan yang harus dilalui. Untuk menjadi capolista diparuh musim PSPS tinggal mengamankan poin dalam menghadapi PSDS Deli Serdang, Rabu (3/12) mendatang.
Kehadiran Ketua Umum PSPS, Herman Abdullah yang memilih duduk di bangku cadangan pemain pada babak kedua, menjadi tambahan spirit bagi Agusrianto dkk untuk memenangi pertandingan. Terang saja, meski tidak bermain dengan aksi yang menawan skor 2-0 mampu menjadi penawarnya.
Jalannya pertandingan, di babak pertama Askar Bertuah--julukan PSPS menampilkan permainan cepat, dengan inisiatif mengambil serangan terlebih dahulu kebarisan pertahanan bireuen. Meski bermain dibawah terik matahari anak-anak asuhan Abdul Rahman Gurning tetap bersemangat dalam upaya meraih kemenangan.
Sementara tim dari tanah rencong, PSSB Bireuen yang di arsiteki Anwar tidak mau tinggal diam dalam menghadang serangan PSPS itu. Peluang gol yang diciptakan kerap merepotkan barisan pertahanan Dedi Gusmawan, meskipun belum ada yang berhasil membuahkan hasil. Hingga Jeda, skor 0-0 tidak berubah.
Dimenit ke 55, aksi striker jangkung, Dzumafu Ebanda Herman membuat pemain bertahan lawan frustasi, tanpa pikir panjang langsung mengambil jalan pintas dengan menjatuhkannya didalam kotak terlarang. Tanpa sungkan, wasit langsung menunjuk titik putih sebagai ganjarannya yang diberikan kepada PSPS. Herman yang menjadi algojo dengan tenang mampu membuat stadion bergemuruh. skor 1-0.
Berada dalam bayang-bayang permainan tuan rumah, bukan berarti Bireuen tanpa peluang. Namun berkat aksi yang luar biasa dari kiper enerjik PSPS, Fance Haryanto dibawah mistar PSPS, sukses menggagalkan semua peluang yang membahayakan dari lawan.
Dimasa injuri time, kembali striker PSPS, Ebanda Herman membuat lawan harus gigit jari. Lewat aksi solo run yang ditampilkan menjadikan tambahan satu gol sebagai gol penutup bagi kemenengan Askar Bertuah, 2-0.
Kepada Riau Pos, pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning tidak dapat menutupi rasa bangganya dengan hasil yang diraih pasukannya. Meski tidak mampu bermain dengan aksi-aksi yang menawan, namun ini sudah cukup membawa tim mengamankan tiga poin penting. Untuk memuncaki klasemen sementara wilayah barat, PSPS tinggal menghadapi satu ujian lagi.
Melawan PSDS, Rabu (3/12) mendatang, tren seperti ini harus tetap dijaga. Apalagi PSDS sedang dalam tidak baik dan mengalami kekalahan atas Persih, 0-1, di Stadion Beringin,Tembilahan.
''Bersyukur, dan puas. Ini semua berkat doa dan dukungan masyarakat dan suporter setia Askar Theking yang membirukan stadion, maka kami bisa meraih hasil yang sempurna. Untuk juara paruh musim, tinggal satu ujian lagi yang harus kami selesaikan dengan hasil yang serupa. Evaluasi tetap kami lakukan untuk menjalin kekompakan tim,'' begitu kata Gurning.
Sementara bagi tim tamu, meski tidak dalam kondisi terbaiknya tetap berharap bisa meraih poin. Namun dengan kekalahan yang baru saja dialami, pelatih PSSB Bireuen, Anwar menuding kinerja wasit dianggap merugikan timnya.
''Kami sudah menampilkan kemampuan kami, PSPS main bagus. Hanya saja wasit selalu merugikan kami,'' kesal Anwar.(*)
